Safety Riding Goes to School Capella Honda di Sekolah Maranatha Diikuti 100-an Peserta

Otovirtual.com - Tim Safety Riding Capella Honda kembali melanjutkan program Safety Riding Goes to School. Untuk kali ini, tim yang dipimpin oleh Budi Winarto selaku PIC Safety Riding Capella Honda berkunjung ke Sekolah Maranatha di Batu Aji hari Rabu kemarin, 17 Juli 2019.

Safety Riding Goes To School Capella 2019 sambangi Sekolah Maranatha
Safety Riding Goes To School Capella 2019 sambangi Sekolah Maranatha
Seperti biasanya tim Safety Riding Capella melakukan edukasi tentang keselamatan berkendara kepada siswa-siswi sekolah tersebut. Antusiasme peserta tampak dari jumlah yang hadir dimana sekitar 100 peserta mengikuti edukasi yang pertama dilaksanakan oleh tim Safety Riding Capella Honda di semester kedua tahun 2019 ini.

Bagi sekolah Maranatha, kunjungan tim Capella Honda ini merupakan yang pertama yan bertujuan untuk edukasi. Menurut Eleven Silitonga selaku Kepala Sekolah Maranatha, kegiatan ini sangat bermanfaat dan beliau menyambut baik acara ini.
" Bermanfaat bagi para siswa untuk menambah wawasan yang berkenaan dengan keselamatan di jalan raya," kata Eleven Silitonga
Materi yang disampaikan tim berkaitan dengan perilaku dan etika di jalan raya, seperti bagaimana menyeberang yang benat, tempat mana saja yang berbahaya untuk menyeberang, dan lain-lain. Yang pasti,tim Safety Riding Honda juga memberikan pertanyaan seputar pengetahuan siswa tentang rambu-rambu lalulintas.
Antusiasme Peserta Safety Riding Education dari Capella
Antusiasme Peserta Safety Riding Education dari Capella
"Selain jenjang SMP seperti Maranatha ini, kami juga melakukan edukasi ke semua jenjang pendidikan. Tentu dengan materi yang disesuaikan dengan usia serta tingkat pengetahuan peserta," ujar Budi Winarto.
 Sekolah Maranatha sendiri merupakan sekolah ke-15 yang dikunjungi. Dan tidak akan berhenti sampai di sini, karena masih ada beberapa sekolah lagi yang akan disambangi Tim Safety Riding Capella Honda Kepri.
"Bagi sekolah yang ingin dikunjungi dapat menghubungi Dealer Honda terdekat. Pasti kami bantu," kata Budi menutup pembicaraan.


Hubungi dan Ikuti juga Otovirtual.com di media berikut:

Tesla Dituntut Atas Kecelakaan Fatal Model X Terkait Autopilotnya

Tesla memiliki impian yang sangat besar untuk menggantikan "pengemudi" dan menjadikan mengemudi sebagai sebuah kenangan. Sayangnya sistem autopilot yang dikembangkan Tesla untuk mobilnya belum sempurna, dan mengakibatkan salah satu kecelakaan fatal.

Tesla Model X yang Hancur akibat Tabrakan
Tesla Model X yang Hancur akibat Tabrakan
Kecelakaan fatal tersebut terjadi pada bulan Maret tahun lalu, tepatnya 23 Maret 2018 yang menyebabkan Walter Huang, penegmudinya tewas. Setelah sekitar 1 tahun,keluarga Huang memutuskan untuk menggugat Tesla karena kecelakaan Huang dianggap sebagai kesalahan Autopilot Tesla.
Kecelakaan Tesla Model X milik Huang
Kecelakaan Tesla Model X milik Huang
Diketahui, Huang saat itu mengemudikan Tesla Model X di Mountain View, California saat kecelakaan. Dalam gugatannya, sistem autopilot Tesla Model X yang dikemudikan Huang membawa mobilnya ke arah kiri di persimpangan exit jalan utama (gore area) dan menabrak pembatas jalan. Kecelakaan makin parah karena ternyata crash cushion (bantalan untuk mengurangi dampak kecelakaan) sudah rusak karena ditabrak Toyota Prius sebelumnya (12 Maret 2018).
Gore Area
Gore area
Menurut laporan yang dikeluarkan NTSB (Badan Keselamatan Trasportasi Amerika), kecelakaan ini terjadi pada kecepatan 71 mph (114 kmh). Sebelum kecelakaan, Model X telah memberikan peringatan visual 2 kali dan peringatan suara 1 kali agar pengemudi kembali memegang stir untuk mengendalikan mobil. Semenit sebelum kecelakaan, sensor mendeteksi bahwa tangan telah menempel di stir selama 34 detik dan dalam 6 detik sebelum kecelakaan, tangan tidak terdeteksi berada di stir.
Kecelakaan Tesla Model X milik Huang
Kecelakaan Tesla Model X milik Huang
8 detik sebelum tabrakan, mobil tercatat melaju dengan kecepatan 65 mph (104 kmh) dan sedetik kemudian, sistem autopilotnya membawa mobil ini ke arah kiri mengikuti mobil di depannya. 4 detik sebelum kecelakaan, model X ini tidak lagi mengikuti mobil di depannya dan mulai menambah kecepatan karena cruise control disetting 75 mph (120 kmh). Model X ini kemudian menabrak pembatas jalan tanpa pengereman dan mengakibatkan Walter Huang tewas.

Selain menuntut Tesla, keluarga Huang juga menuntut pemerintah California karena ketidakmampuannya untuk segera memperbaiki crash cushion yang diduga memperparah dampak kecelakaan Huang.

Sumber : Carscoops

Pembalap Ini Menjadi Orang Pertama yang Ngedrift Sepanjang Nurburgring

Setiap pabrikan mobil kencang selalu berlomba-lomba untuk menaklukkan Nurburgring alias Neraka Hijau. Lap time yang diraih menjadi acuan seberapa cepat sebuah mobil berhasil menaklukkan sirkuit legendaris ini. Namun itu tidak berlaku bagi Ford dan Vaughn Gittin Jr yang justru berusaha untuk menjadi mobil dan manusia tercepat di Nurburgring tapi dengan cara drifting.

Ford Mustang RTR Ngedrif di Nurburgring
Ford Mustang RTR Ngedrif di Nurburgring
Yups, Vaughn Gittin Jr telah menjadi pembalap pertama yang sukses menaklukkan Nürburgring Nordschleife (20.7 km) dengan cara ngedrift. Mobil yang digunakan adalah Ford Mustang RTR Drift yang memiliki mesin V8 5.0 liter supercharged dengan tenaga hingga 900 Hp!

Sayangnya, Ford tidak merilis detail tentang event ini, namun terlihat dalam tayangan Youtube bahwa menjadi orang pertama yang melakukan drifting sepanjang Nürburgring bukanlah tugas yang mudah. Vaughn Gittin Jr harus menghabiskan tiga set ban untuk melahap sirkuit ini. Monggo silakan dilihat video Youtube berikut ini:
“Saya tidak mengenal 'Green Hell' sebaik yang saya kira. Segalanya berubah ketika kita ngepot-ngepot di sirkuit ini di kecepatan yang cukup tinggi," ungkap Vaughn Gittin Jr. 
Mantab!

Capella Honda Lanjutkan Sosialisasi Safety Riding di SMA Negeri 19 Batam

Kegiatan sosialisasi safety riding tetap berlanjut di bulan Ramadhan tahun ini. Kali ini, program safety riding kembali mengunjungi salah satu sekolah menengah yang ada di kota Batam. program yang biasa dikenal dengan Safety Riding goes to School ini mengunjungi SMA Negeri 19 di daerah Tanjung Uncang, Batam.

Safety Riding goes to School di SMA Negeri 19 Batam
Safety Riding goes to School di SMA Negeri 19 Batam
Safety Riding goes to School merupakan program yang digelar reguler oleh PT. Capella Dinamik Nusantara wilayah Kepri. Di SMA N 19 ini, sekitar 100 siswa siswi mengikuti kegiatas sosialisasi safty riding ini. Puasa tidak menghalangi tim Safety Riding Capella Honda dan para peserta untuk mengikuti kegiatan ini. Walaupun demikian program Safety Riding goes to School di semester pertama 2018 ini juga mendapatkan sedikit kendala, antara lain beberapa sekolah yang sudah libur di bulan Juni ini, dimana untuk SMA 19 sendiri edukasi dilakukan di hari pembagian rapor.
Sekitar 100 peserta antusias dalam acara ini
Sekitar 100 peserta antusias dalam acara ini
"Kesulitan kami adalah sekolah-sekolah sudah memasuki masa liburan. Sebenarnya masih ada satu target sekolah lagi di bulan Juni ini untuk diedukasi. Namun berhubung libur sekolah, maka tim Safety Riding Capella Honda mengundurkan pelaksanaannya hingga KBM dimulai lagi di bulan Juli," kata Budi Winarto, Safety Riding Instructor PT. Capella. 
Sosialisasi safety riding di sekolah ini mendapatkan dukungan dan apresiasi dari pihak sekolah. Dra. Nelly Chandrawati, MM.Pd Kepala Sekolah SMA Negri 19 menyampaikan apresiasinya terkait penyelenggaraan acara edukasi Safety Riding ini.
"Sangat baik dan bermanfaat untuk siswa-siswi SMAN 19. Perlengkapan yang digunakan juga amat mendukung kegiatan secara keseluruhan,"  ujar Nelly. 
Penjelasan dari Instruktur Safety Riding Honda
Penjelasan dari Instruktur Safety Riding Honda
Hingga penyelenggaraan safety riding di SMA19 ini, maka total sudah ada 13 sekolah yang mendapatkan sosialisasi dan edukasi dari Tim Safety Riding Capella Honda. Tentunya masih ada banyak lagi sekolah yang akan disambangi nanti di semester kedua 2018.

Honda sendiri tetap terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam upaya membudayakan keselamatan berkendara di masyarakat. Tujuannya tak lain adalah untuk menekan angka kecelakaan lalulintas di Indonesia yang terbilang sangat tinggi. Dan salah satunya dengan melaksanakan program Safety Riding goes to School ini.

Search