Home » , » Jual Spare Part Palsu, Toko Onderdil ini Minta Maaf Secara Terbuka Melalui Media

Jual Spare Part Palsu, Toko Onderdil ini Minta Maaf Secara Terbuka Melalui Media

Hati-hati bro dengan spare part yang kita beli, apalagi ketika kita membelinya dari toko-toko atau bengkel yang tidak resmi. Salah-salah malah mendapatkan onderdil atau spare part yang palsu yang bisa saja membahayakan nantinya.
Honda Genuine Part (HGP)
Honda Genuine Part (HGP)
Yups, baru-baru ini muncul kasus yang cukup menghebohkan di Jogja dimana 2 toko spare part kendaraan bermotor meminta maaf lewat media karena telah menjual onderdil motor palsu. Kedua toko tersebut adalah Andoyo Motor yang beralamatkan di Jl. Gejayan CT X/13 Yogyakarta serta Berkat Abadi Motor yang berada di Jalan Kabupaten KM 2,5 Jambon, Trihanggo Gamping, Trihanggo, Gamping, Kabupaten Sleman.
Andoyo Motor Gejayan Jogja
Andoyo Motor Gejayan Jogja
Andoyo Motor menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui media cetak Tribun Jogja edisi Kamis, 27 Juli 2017 halaman 12, sementara Berkat Abadi Motor meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulang perbuatan yang sama melalui Tribun Jogja edisi Minggu, 30 Juli 2017. Berikut permintan maaf kedua toko tersebut sebagaimana saya salin dari blognya lek Kusnanto Karasan.
Permintaan maaf Andoyo Motor
Permintaan maaf Andoyo Motor
Permintaan maaf Berkat Abadi Motor
Permintaan maaf Berkat Abadi Motor
Menurut Winarto Andoyo selaku pemilik Toko Andoyo Motor, dirinya mengakui telah menjual dan memasarkan produk-produk Honda Genuine Parts atau yang disingkat HGP namun palsu yang dijual dengan merk AHM serta merek Honda. Ia juga telah mengakui bahwa dirinya melanggar hukum dan dapat di tuntut baik secara perdata maupun pidana, sehingga memohon maaf sebesar-besarnya pada masyarakat/ pengguna HGP asli dan kepada PT. Astra Honda Motor selaku Agen Pemegang Merk Honda di Indonesia.

Pemilik Andoyo Motor juga berjanji tidak mengulangi perbuatan tersebut dan bersedia bekerja sama dengan PT. AHM untuk menanggulangi pemalsuan HGP dan meminta toko mitra dan pihak yang memperdagangkan barang palsu tersebut untuk menghentikan perbuatan melawan hukum tersebut paling lambat 7 hari setelah permohonan maaf diatas. Selain itu, permohonan maaf di media tersebut juga untuk menghindari tuntutan hukum yang lebih tegas dari PT. AHM.

Nah... semoga bisa jadi pembelajaran bagi kita semua. Kalau jual barang harus yang asli, sementara bagi kita yang beli juga pastikan bahwa barang yang kita beli bukan palsu. Sementara bagi yang masih merasa menjual spare part palsu, monggo segera diselesaikan masalahnya agar tidak ada yang dirugikan.


0 comments:

Post a Comment

Search