Tersisa 1 Seri, Rheza Danica Amankan Gelar Juara Asia ARRC AP250 di Seri 5 Sentul

Ajang balapan Asia Road Racing Championship (ARRC) 2018 seri ke-5 menjadi momen bersejarah bagi Rheza Danica Ahrens. Bersama dengan Honda CBR250RR dan disaksikan langsung oleh para penggemar balap Tanah Air, Rheza berhasil mengunci gelar Juara Asia ARRC AP250 tahun 2018 ini. Prestasi ini diraih setelah double podium di dua balapan kelas AP250 di Sentul International Circuit hari Sabtu dan Minggu (13-14/10).

Podium 1 dan 2 - Ahwin Sanjaya dan Rheza Danica
Pencapaian ini menjadi lebih fantastis setelah Andi Gilang juga berhasil merebut double podium 1 dalam 2 race di kelas Supersport 600cc.

Pada race 1 ARRC Sentul, Rheza dan Andi berhasil menorehkan prestasi luar biasa dengan memuncaki podium di dua kelas AP250 dan Supersport 600cc. Di kelas AP250 drama saling menyalip terjadi. Rheza dan Awhin Sanjaya seolah tak terbendung melaju meninggalkan barisan belakangnya dan saling mengejar untuk posisi pertama. Rheza akhirnya muncul sebagai juara pertama disusul dengan Awhin di posisi kedua. Sayangnya Mario Suryo Aji tidak dapat menyelesaikan balapan dikarenakan terjatuh.
SS600 Sentul 2018

Di kelas supersport 600cc (SS600), Andi yang mendapat pole position memanfaatkan keadaan dengan melesat ke depan bersama pembalap pesaingnya meninggalkan grup di belakang. Aksi saling menyalip yang menegangkan mengiringi Andi sepanjang balapan karena AF Fadly dari Kawasaki memberikan perlawanan sengit. Menjelang tikungan akhir, Andi berhasil merebut posisi terdepan dan menang dengan jeda waktu yang sangat tipis dengan pembalap di belakangnya. Sementara itu, Irfan Ardiansyah yang memulai balapan dari posisi 7 dan sempat merosot ke posisi 10 dapat menyelesaikan balapan di posisi ke-4.

Race kedua

Pada race 2, Rheza dan Awhin kembali membuktikan kehebatan performa Honda CBR250RR yang tak terbendung di Sirkuit Sentul. Rheza mengalami start yang kurang baik sehingga pembalap asal Yogyakarta ini harus rela disalip pembalap di belakangnya. Sebaliknya Awhin mengalami start yang mulus sehingga dapat melaju di depan. Akan tetapi, dengan perlahan Rheza dapat menguasai kembali jalannya balap dan bergabung dengan dua rekan setimnya di barisan terdepan. Sayang sekali di lap 8 Mario terjatuh sehingga meninggalkan dua rekannya bertarung memperebutkan podium pertama. Drama saling menyalip kembali terjadi di lap terakhir, Rheza berhasil mengambil celah dari Awhin menjelang tikungan terakhir. Menjelang garis finish, Awhin berhasil merebut posisi pertama di trek lurus dan menyentuh garis finish di depan Rheza.

“Saya sangat beryukur hingga berhasil mendapatkan gelar Juara Asia. Saya juga berterima kasih kepada tim yang telah memberikan settingan motor terbaik, juga orang tua dan para pecinta balap Tanah Air yang telah datang dan memberikan dukungan. Mereka semua memberi tambahan support moral untuk saya. Alhamdulillah bisa memberikan hasil yang membanggakan untuk Indonesia,” ujar Rheza.
Pada musim 2018 ini, Rheza Danica telah meraih 8 kemenangan dari 10 balapan yang sudah berjalan. CBR250RR benar-benar luar biasa seperti halnya tahun lalu. Kesuksesan yang sama juga diraih oleh Andi di balapan kedua kelas Supersport600. Pembalap asal Bulukumba, Sulawesi Selatan ini kembali dapat memuncaki podium. Berbeda dengan balapan pertama, jeda yang diberikan Andi dengan pembalap di belakangnya cukup besar. Memulai balapan dengan mulus, Andi mendapatkan kesulitan untuk memimpin balapan sehingga memutuskan untuk mengikuti pembalap di depannya dan membuat jarak dengan pembalap di belakang. Pada pertengahan balap, keduanya saling salip hingga akhirnya Andi berhasil memimpin di posisi terdepan pada lap ke-10 hingga menyentuh garis finish.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada AHRT yang telah memberikan kesempatan untuk saya mendapatkan double podium di Sentul. Balapan ini menjadi sangat penting bagi saya. Tidak hanya mendapatkan podium pertama untuk pertama kalinya, tetapi juga bisa mendapatkannya di balapan pertama dan kedua. Di balapan kedua kali ini saya menunggu di awal balapan untuk merebut celah dari pembalap di depan saya, celah ini akhirnya saya dapatkan di lap 10 dimana saya memaksakan motor untuk melaju ke depan dan terus mempertahankannya hingga akhir balap,” ujar Andi.
Menurut Direktur Marketing PT Astra Honda Motor (AHM) Thomas Wijaya, jalannya balapan mengungkapkan kegembiraannya atas pencapaian optimal yang diraih para pembalap Astra Honda Racing Team (AHRT).
“Kami sangat bangga dengan pencapaian yang sangat gemilang para pembalap Astra Honda yang diraih langsung di depan pecinta balap di Tanah Air. Pada akhirnya pembinaan yang tepat dan latihan yang konsisten membawa hasil optimal. Dengan semangat Satu Hati Indonesia Juara kami akan selalu mendampingi para pembalap muda berbakat Indonesia untuk mencapai mimpinya,” ujar Thomas.
Balapan ARRC 2018 menyisakan satu seri lagi yang akan dihelat di Chang International Circuit, Buriram, Thailand pada 1-2 Desember 2018. Selamat buat Rheza Danica... Juara ARRC AP250 tahun 2018.

Pembalap Honda, Herjun Atna Sapu Bersih Podium Pertama TTC Seri ke 5

Pembalap didikan Astra Honda Racing School tampil gemilang dalam ajang Thailand Talent Cup (TTC) 2018 seri kelima di Bira International Circuit, Pattaya, Thailand akhir minggu kemarin. Race yang digelar pada Sabtu - Minggu, tanggal 13 - 14 Oktober kemarin dimenangkan oleh Herjun Atna Firdaus baik di race 1 maupun race 2. Bahkan pada race kedua, pembalap Muhammad Hildan Kusuma pun turut menemani Herjun dengan menempati podium ketiga.

Herjun Atna Firdaus Sabet Podium 1 di race 1 dan race 2 TTC Seri 5
Herjun Atna Firdaus Sabet Podium 1 di race 1 dan race 2 TTC Seri 5
Pada ajang balap ini, seluruh pembalap menggeber motor yang sama yakni Honda NSR250R. Pada balapan pertamadi hari Sabtu, Herjun Atna Firdaus berhasil meraih podium pertama dengan total catatan waktu 22:51.774. Sedangkan Hildan Kusuma berhasil finis ke-6 dengan catatan waktu 23:06.294 dan disusul Abdul Gofar finis berada diurutan ke 7 dengan catatan waktu 23:10.793.

Jalannya race kedua juga sangat ketat. Herjun yang start dari posisi ke-3 dan Hildan dari posisi ke-6 dapat melakukan start dengan baik. Herjun berhasil merangsek masuk ke barisan depan hingga berhasil memimpin balapan hingga lap ke-2. Memasuki lap ke-3, Herjun harus turun di posisi ketiga dibelakang dua pembalap tuan rumah. Sementara, Hildan berada di posisi 5 pada awal balapan. Di pertengahan balapan, Herjun dan Hildan berhasil memanfaatkan kesalahan pembalap di depannya sehingga mampu naik ke posisi 2 dan 4.
Ketatnya race 1 dan race 2 TTC Seri 5
Ketatnya race 1 dan race 2 TTC Seri 5
Di garis finish, setelah 20 lap dilalui, Herjun Atna Firdaus finis pertama dengan total catatan waktu 22:28.369. Sementara itu, Hildan Kusuma finis di posisi ke-3 dengan catatan waktu 22:36.323, dan disusul Abdul Gofar pada urutan finis ke 6. Berikut kompentar para pembalap usai race :
“Senang sekali saya meraih hasil sempurna di putaran 5 TTC ini. Balap kali ini saya rasakan cukup ketat. Berkali-kali saya mendapatkan serangan dari pembalap tuan rumah. Saya berusaha untuk tetap fokus. Kesabaran saya akhirnya berbuah hasil manis di penghujung balapan. Di lap terakhir saya mampu melakukan overtake pembalap tuan rumah untuk akhirnya menjadi yang pertama menyentuh garis finis. Semoga performa ini mampu saya pertahankan di seri berikutnya,”  ujar Herjun
“Hasil yang sesuai dengan target saya. Target saya untuk bisa meraih podium di seri ini akhirnya tercapai, meskipun terlibat pertarungan dengan pembalap negara lain sepanjang balapan. Semoga pada seri berikutnya saya mampu kembali meraih hasil positif untuk Indonesia,” ujar Hildan.
“Karakter sirkuit di sini benar-benar menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Belajar dari pengalaman pada balapan pertama, saya mampu meminimalkan kesalahan sendiri di beberapa tikungan yang kerap saya lakukan sebelumnya. Namun, saya masih belum mampu memperpendek jarak dengan pembalap group depan dan saya masih tertinggal rombongan. Akhirnya saya pun harus puas finish di posisi 6 ” ujar Gofar.
Menurut General Manager Marketing Planning Analysis AHM A. Indraputra, pencapaian ini merupakan buah hasil jeri payah para pembalap dalam mengasah dirinya dengan berlatih dan juga terus berlajar dari kesalahan-kesalahan pada balapan sebelumnya.
“Apresiasi kita persembahkan bagi seluruh para pembalap AHM di ajang ini. Namun musim balap belum usai. Masih ada kesempatan bagi mereka untuk kembali memberikan kebanggaan bagi bangsa Indonesia,” ujar Indraputra.
Nah, balapan selanjutnya akan digelar pada bulan November 2018 di Chang International Circuit, Buriram, Thailand. Tetap semangat Garuda Muda!

Inilah Para Pemenang Undian Suzuki Ready To MotoGP 2018, Cek Disini!

Program undian Suzuki Ready To MotoGP 2018 telah selesai digelar. Program yang berlangsung dari 1 Juli hingga 30 September 2018 ini memberikan kesempatan kepada para pemenang untuk terbang ke Malaysia dan tentunya nonton balapan paling bergengsi, MotoGP 2018 secara langsung di Sirkuit Sepang.

Suzuki Ready To MotoGP
Suzuki Ready To MotoGP
Ribuan konsumen Suzuki yang membeli Suzuki All New Satria F150, GSX-R150 maupun GSX-S150 selama program berlangsung diundi untuk menentukan puluhan pemenang yang akan berangkat ke Sepang. Pengundian programpun dilakukan pada tanggal 04 Oktober 2018 di Jakarta, siapa saja yang beruntung?

Nah, bagi konsumen Suzuki yang telah mengikuti program dan penasaran dengan siapa saja nama yang menjadi pemenang, dapat langsung mengecek di sini :
  1. Website resmi www.suzuki.co.id
  2. Akun sosial media : 
    • Facebook fanpage : ‘Suzuki Motorcycles Indonesia’
    • Instagram : ‘@suzukiindonesiamotor’
  3. Media Nasional, antara lain Warta Kota, Pikiran Rakyat, Suara Merdeka yang beredar mulai 08 Oktober 2018, dan Tabloid Motor Plus, Ototrend yang beredar di tanggal 10 Oktober 2018.
Atau biar tidak susah, berikut ini daftarnya, total ada 30 pemanang dari seluruh Indonesia yang akan berangkat ke Sepang nanti. Waahhh enak bener ya...
Daftar Pemenang Suzuki Ready To MotoGP
Daftar Pemenang Suzuki Ready To MotoGP
Para pemenang nantinya akan dihubungi oleh pihak dealer Suzuki setempat, namun pihak Suzuki menghimbau kepada para pemenang untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap segala penipuan yang mengatasnamakan Suzuki, karena Suzuki memastikan bahwa seluruh pemenang tidak akan dipungut biaya sepeser pun. Untuk meningkatkan rasa aman dan kenyamanan konsumen, Suzuki juga  memberikan fasilitas untuk bertanya dan mengecek kebenaran informasi melalui saluran call center bebas pulsa Halo Suzuki di nomor 0800 – 1100 – 800.

Kapan berangkat ke Sepang?

Para pemenang akan berangkat menuju Sepang, Malaysia pada tanggal 02 – 05 November 2018. Di sana, para pemenang berkesempatan melihat aksi Team Suzuki Ecstar MotoGP 2018 yang tahun ini masih diperkuat oleh pebalap Italia yaitu Andrea Iannone dan pebalap Spanyol yaitu Alex Rins.
“Program Suzuki Ready To MotoGP ini merupakan kali ke-3 dilaksanakan oleh PT. Suzuki Indomobil Sales. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh konsumen yang telah memilih dan membeli produk Suzuki. Sebagai bentuk apresiasi dari Suzuki, kami memberikan hadiah istimewa yang bisa menambah pengalaman dan cerita menarik bagi konsumen. Kami yakin program ini akan terus dinanti oleh calon konsumeN Suzuki di kesempatan selanjutnya,” ujar Yohan Yahya – Sales & Marketing 2W Dept. Head PT. SIS
Mantab... aku kapan bisa ke Sepang?

Tampil Impresif, Pembalap Astra Honda Nyaris Sabet Podium di ATC Thailand

Akhir pekan kemarin (6 - 7 Oktober), Sirkuit Chang, Buriram, Thailand penuh dengan para pecinta balap motor dari seluruh dunia. Untuk kali pertama, sirkuit ini menggelar MotoGP dengan hasil akhir, Marc Marquez tampil sebagai kampiun. Di sisi lain, pembalap muda dari benua Asia juga "memiliki" race sendiri dalam ajang Asia Talent Cup 2018 seri ke-4 yang juga digelar di sirkuit yang sama.

Asia Talent Cup 2018 seri ke-4
Asia Talent Cup 2018 seri ke-4
Para pembalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM) jajang balapan ini. Afridza Syach Munandar, Mario Suryo Aji, M Adenanta Putra, Muhammad Agung Fachrul, dan Lucky Hendriansya bersaing dengan para pembalap lain untuk menjadi yang tercepat.

Pada race pertama yang digelar Sabtu (6/10/2018), M Adenanta Putra tampil impresif dan nyaris naik podium ketiga. Dia berhasil finish ke-4, hanya berjarak tak sampai setengah detik dengan pemenang lomba. Mario yang diharapkan mampu meneruskan tren positif pada balapan sebelumnya harus terjatuh di lap pertama karena disenggol pembalap lain saat berada di barisan depan.

Kemudian race berlanjut hari Minggu (7/10/2018) dimana jalannya balapan makin seru. Giliran Lucky Hendriansya yang mampu bertengger di pos keempat dengan jarak yang juga sangat tipis dengan deretan pembalap peraih podium. Sepanjang race kedua, 4pembalap Indonesia, di luar Agung, berada di top group bersama tujuh pembalap lainnya. Pada pertengahan lomba, satu pembalap terjatuh yang membuat top group berisi 10 orang. Susul-menyusul terjadi hampir di tiap tikungan dan pimpinan lomba silih berganti di tiap lap.
Pembalap AHRT
Pembalap AHRT
Sayangnya, pada dua putaran terakhir, Afridza yang memimpin balapan membuat kesalahan dengan mengira bahwa race sudah selesai, padahal masih menyisakan satu lap. Alhasil, kesalahan tersebut membuat posisinya melorot jauh hingga ke posisi ke-10 karena diovertake sama pembalap lainnya. Sayang sekali...

Di tikungan terakhir, kesalahan dibuat dua pembalap dan membuka ruang bagi pembalap lain untuk masuk. Lucky dan Mario memanfaatkan celah tersebut dan finish di posisi 4 dan 5. Sementara Afridza harus puas di posisi 8, dan Adenanta posisi 10. Agung masih tampak kesulitan di race dua ini, sepanjang balapan dia berada di grup dua, hingga menyelesaikan lomba pada posisi ke-11.

Dari hasil race di Thailand ini, Mario mengemas 96 poin dan bertengger di posisi keempat klasemen. Agaknya, Buriram menjadi seri yang kurang bersahabat. Terjatuh di race pertama, dan melakukan start kurang mulus di race 2 adalah sebagian cerita yang harus dievaluasi.
”Hasil yang kurang memuaskan karena saya berharap mampu meraih poin maksimal di seri ini. Namun bagaimana pun hal ini tetap patut disyukuri dan dijadikan pelajaran untuk seri berikutnya,” kata Mario.
Sementara buat Afridza yang nyaris menang pada race kedua sebelum melakukan kesalahan fatal, harus membayar mahal dan membuang poin penuh sia-sia.
”Sebetulnya saya merasa sangat yakin menghadapi race 2 ini. Bahkan di dua lap akhir saya memimpin hingga ada kesalahan. Konsentrasi menjadi buyar dan saya harus kehilangan posisi pimpinan lomba lalu finish di posisi 8,” ucapnya.
Menurut GM Marketing and Planning Analysis AHM, A. Indraputra, hasil maksimal yang diraih lima pembalap binaan AHM ini tentu menjadi pelajaran berharga untuk ditingkatkan di balapan berikutnya. Apalagi, ATC adalah ajang balap yang diikuti para pembalap muda berbakat se-Asia hasil seleksi ketat.
”Terima kasih untuk perjuangan para pembalap muda binaan AHM, untuk mengejar prestasi tertinggi meskipun jalannya tidak mudah. Mereka masih sangat muda, dan saya harap pengalaman yang didapat selama empat seri dan dua seri tersisa dijadikan bahan untuk evaluasi dan pengembangan diri,” kata Agustinus.
Selain Mario, di klasemen sementara, para pembalap AHRT kini memiliki poin :
  • Afridza Munandar berhasil mengoleksi 56 poin dan menduduki peringkat keenam
  • Lucky Hendriansya di posisi kesembilan dengan 49 poin
  • Agung Fachrul di posisi ke-10 dengan 47 poin
  • M Adenanta Putra di posisi ke-12 dengan 43 poin.
ATC Musim 2018 masih menyisakan dua seri lagi, yakni di Twin Ring Motegi, Jepang, 19-21 Oktober, dan Sepang, Malaysia, pada 2-4 November 2018. Masing-masing seri diselenggarakan dua race untuk perebutan poin, dan peluang pembalap muda binaan AHM untuk meraih prestasi tertinggi masih sangat terbuka lebar. Tetap semangat Garuda Muda!

Inilah Mobil Terbaik 2018 versi FORWOT, Selamat Buat Mitsubishi Xpander!

Akhir September kemarin, Forum Wartawan Otomotif (FORWOT) menggelar FORWOT Car of The Year (FCOTY) 2018. Bertempat di Kemayoran, Jakarta Pusat, ajang ini bertujuan untuk mencari mobil terbaik di tahun 2018 ini, tentunya versi para wartawan otomotif.

Car of The Year 2018 - Forwot
Car of The Year 2018 - Forwot
FCOTY sendiri merupakan ajang penghargaan mobil terbaik yang digelar setiap tahunnya oleh FORWOT. Melaui serangkaian proses penilaian dan penjurian, pemenang FCOTY ditentukan berdasarkan poin tertinggi. Untuk tahun ini, secara keseluruhan ada 23 mobil baru yang masuk kategori.

Menurut Indra Prabowo, selaku Ketua Umum FORWOT, tahun ini, pertarungan dalam merebutkan gelar FORWOT Car of the Year semakin seru karena ada beberapa mobil baru yang memiliki banyak keunggulan. Terlebih ada mobil China seperti DFSK dan Wuling yang untuk pertama kali juga turut serta dalam penghargaan ini.
"Pertama, mobil baru mampu menyodok nama-nama lawas. Selain itu, untuk pertama kalinya dua brand asal China, DFSK dan Wuling, dalam posisi lima besar. Ini membuktikan brand-brand asal Cina mulai diperhitungkan bertarung dengan brand-brand asal Jepang, Eropa, Korea, dan India," kata Indra.
Nah, siapakah pemenang FORWOT Car of The Year 2018?
Mitsubishi Xpander, Pemenang FORWOT Car of The Year 2018
Mitsubishi Xpander, Pemenang FORWOT Car of The Year 2018
Selamat untuk Mitsubishi Xpander yang berhasil mengungguli kompetitornya dengan perolehan poin 216. Posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Suzuki Ertiga dan Wuling Cortez yang mengoleksi poin sama yaitu 160. Berikutnya ada Toyota Rush yang berhasil mengumpulkan 141 poin, serta DFSK Glory 580 sebanyak 133 poin.

Dari hasil ini, bisa kita lihat bahwa tren mobil di segmen multi purpose vehicle (MPV) tahun 2018 cukup tinggi dan dapat menggeser segmen Sport Utility Vehicle (SUV). Jelas saja karena sebelumnya, selama tiga tahun berturut-turut gelar juara selalu diraih mobil jenis Sport Utility Vehicle (SUV).

Mantab... Dimas Ekky Akan Berlaga Semusim Penuh di Moto2 2019

Setelah Doni Tata berlaga di ajang Moto2 tahun 2013, praktis tidak ada lagi pembalap dari Indonesia yang berlaga dalam ajang Moto2 selama satu musim penuh. Namun, kabar gembira datang kemarin dari PT. Astra Honda Motor (AHM) dimana pembalap binaannya, Dimas Ekky Pratama sudah confirm akan berlaga di Grand Prix (GP) Moto2 2019 selama satu musim penuh. Dan untuk tahun depan, Dimas menjadi satu-satunya pembalap Indonesia yang bertarung di ajang balap tingkat dunia ini. Mantab!

Dimas Ekky Resmi Tampil di Moto2 2019
Dimas Ekky Resmi Tampil di Moto2 2019 
Bagaimana Dimas Ekky bisa terpilih untuk berlaga pada ajang Moto2 2019 mendatang? Dimas berlaga di Moto2 tahun depan sebagai pembalap pilihan Idemitsu Honda Team Asia, yang mewakili bakat-bakat terbaik dari belahan bumi Asia.

Melihat prestasi Dimas selama ini, memang pantas bagi pembalap berjuluk ”Red Forehead” ini untuk naik kelas. Sederet gelar sudah ditorehkannya, termasuk menjadi juara di ajang Suzuka 4 Hours Endurance Race, juara Asia Road Racing Championship yang digelar di Sentul tahun lalu, hingga mengibarkan bendera Merah Putih untuk pertama kalinya di ajang CEV Moto2 European Championship dengan berdiri di podium ketiga pada seri Catalunya 2017.
Dimas Ekky
Dimas Ekky
Dan hingga saat ini, pemilik nomor motor 20 ini masih berlaga di CEV Moto2 European Championship bernaung di bawah Astra Honda Racing Team (AHRT) dan bertengger di posisi 6 klasemen sementara dengan 70 poin. Naik kelasnya Dimas di Moto2 juga menjadi salah satu indikator suksesnya AHRT sebagai tempat penggemblengan pembalap muda berbakat binaan AHM.

Menurut Thomas Wijaya, Direktur Pemasaran AHM, dengan pencapaian ini maka program penjenjangan balapan terstruktur yang dilakukan perusahaan semakin membuahkan prestasi yang menjadi kebanggaan untuk bangsa Indonesia.
”Selamat untuk Dimas yang mampu menapakkan kaki ke GP Moto2 dengan setiap usaha kerja keras dan kerjasama. Kami berharap Dimas dapat terus berjuang maksimal dengan mental juara, untuk selalu menciptakan masterpiece, dan konsisten menginspirasi pembalap muda Indonesia lainnya untuk meraih mimpi berlaga di ajang kelas dunia,” ujar Thomas.

Tentu saja berlaga di ajang Moto2 akan jauh lebih berat bagi Dimas. Kesempatan emas berlaga di GP Moto2 akan dimanfaatkannya sebagai salah satu tangga untuk mencapai mimpi tertinggi, yakni berlaga di ajang paling bergengsi, MotoGP. Dirinya sadar, bahwa perjuangan di level lebih tinggi tidak akan mudah.
”Dapat tampil di GP Moto2 merupakan kesempatan berharga yang sangat saya nantikan. Tentunya tantangan yang dihadapi akan sangat berbeda baik dari segi mesin, motor, maupun persaingan ketat kompetisinya. Sekuat tenaga saya akan berusaha memberikan prestasi terbaik demi nama harum bangsa Indonesia. Pengalaman mengikuti pembinaan berjenjang AHM akan menjadi modal penting untuk mengarungi musim balap GP Moto2 di tahun depan,” kata Dimas.
Namun, berlaga di ajang Moto2 juga bukan hal yang baru bagi Dimas. Tercatat, Dimas sudah pernah terjun dalam ajang Moto2 pada 2 seri, yaitu saat menggantikan Jorge Navarro di tim Federal Oil Gressini Racing pada GP Malaysia 2017 dan melalui wildcard di GP Catalunya pada 2018.

Namun demikian, musim 2019 pasti akan jauh berbeda karena hampir semua regulasi teknis berubah total, termasuk penggunaan mesin baru. Sebagai tambahan, Dimas akan berlaga di Moto2 2019 bersama partnernya Somkiat Chantra dari Thailand dalam satu tim IDEMITSU Honda Team Asia. Semangat Bro!

Pembalap Muda Astra Honda Bertekad Rebut Podium ATC Seri 4 Buriram

Ajang Asia Talent Cup (ATC) 2018 akan memasuki seri ke-4 tahun ini. ATC seri keempat nanti akan digelar di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, pada tanggal 6-7 Oktober bersamaan dengan digelarnya MotoGP Thailand 2018.

Mario SA Siap Bertarung di ATC Seri 4 Buriram
Mario SA Siap Bertarung di ATC Seri 4 Buriram
Pembalap muda dari tim Astra Honda yang diisi oleh Afridza Syach Munandar, Mario Suryo Aji, M Adenanta Putra, Muhammad Agung Fachrul, dan Lucky Hendriansya menyambut seri 4 dengan menyiapkan performa terbaiknya. Target mereka adalah berhasil naik ke podium, apalagi Buriram merupakan salah satu sirkuit favorit mereka.

Mario SA yang kini bertenggger di posisi 3 klasemen sementara ATC 2018 mengaku senang kembali lagi ke Buriram, karena menjadi salah satu trek favoritnya. Sejumlah race yang dijalani di tempat ini hampir selalu membuahkan hasil bagus.
"Persiapan matang telah saya lakukan dengan menjaga kondisi fisik, latihan motor, serta belajar mengenai sirkuit ini lagi. Semoga pada seri ini saya mampu kembali meraih hasil maksimal dan merapatkan jarak dengan pimpinan klasemen," ucap Mario.
Saat ini, Mario memiliki poin 85 dari tiga seri (tiap seri ada 2 race) ATC 2018. Selisih dengan pemuncak klasemen (Bill Van Eerde-Australia) hanya 30 poin, dan cuma 26 poin dari Haruki Noguchi (Jepang). Mario mengincar podium pertama, seperti yang dilakukannya pada seri ketiga race pertama di Sepang, bulan lalu.
Afridza Munandar
Afridza Munandar
Sementara itu, pembalap Honda lainnya, Afridza Munandar yang saat ini bertengger di posisi 6 klasemen juga ingin mengulang podium yang diraih sebelumnya. Bahkan, M Adenanta Putra yang pada tiga seri awal ATC selalu terganggu cedera, kali ini datang dengan kondisi yang fit dan siap bertarung di barisan depan.
”Saya sudah tidak sabar untuk menunjukkan kemampuan sesungguhnya, sekaligus menebus hasil yang kurang bagus pada tiga putaran sebelumnya. Semoga seluruh persiapan yang telah saya lakukan di Indonesia akan berbuah manis dengan meraih kemenangan di Buriram,” kata Adenanta.
Lucky Hendriansya
Lucky Hendriansya
Tak kalah optimis, Agung Fachrul dan Lucky Hendriansya juga bertekad mempersembahkan hasil terbaik setelah beberapa kali gagal merebut podium di seri sebelumnya.
”Saya merasa semakin yakin di atas motor NSF250R. Semoga di seri ini saya kembali mampu tampil maksimal dengan meraih hasil positif untuk bangsa Indonesia,” ujar Lucky.
Secara keseluruhan, ATC 2018 diikuti 22 pembalap muda dari benua Asia melalui seleksi yang sangat ketat. Ajang ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang kompetitif dan siap jika harus melanjutkan ke jenjang grand prix. Selamat berjuang wahai pemuda Indonesia!

Search